Tri Rismaharini Geram saat Mendengar Ada Dugaan Penyelewengan Dana Hibah





TRIBUNNEWS.COM, SURABAYA – Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini geram mendengar ada dugaan penyelewengan dana hibah di lingkungannya.


Menurutnya, para penerima dana hibah itu harus mempertanggungjawabkan dana yang mereka dapat.


“Itu urusan penerima hibah. Mereka yang tanda tangan. Para penerima dana itu juga menerima SK,” reaksi Risma saat dikonfirmasi, Minggu (6/8/2017).


Risma tak memperdulikan apakah warganya yang akan berperkara hukum dalam proyek dana hibah itu.


Pemkot Surabaya selama ini tak henti-hentinya mewanti-Wanti untuk selalu bersih.


Pemkot Surabaya berusaha mati-matian menjadi penyelenggara negara yang bersih hingga tingkat apa pun. Namun saat ini tengah diselidiki dugaan penyelewengan dana hibah melalui jasmas.


“Kami sudah naikkan tunjangan semua pegawai kami. Ini tidak main-main. Jika ketahuan menyeleweng tangguh sendiri,” tandas Risma.


Namun Risma juga enggan berkomentar lebih jauh terkait penyelewengan dana hibah melalui jaring aspirasi masyarakat (jasmas) di DPRD Surabaya. Saat ini dugaan ini ditangani Kejaksaan Surabaya.


Kota Surabaya memberlakukan dana hibah kepada kelompok masyarakat. Namun penerima harus berbadan hukum atau koperasi.


Dana hibah itu membangun fasilitas dan sarana prasarana kampung. Misalnya untuk pengadaan terop, kursi, sound system, paving, hingga pengadaan lain. Termasuk proyek dana hibah adalah Jasmas.



قالب وردپرس


Komentar

Postingan populer dari blog ini

AMD menghadirkan Ryzen Threadripper 2 sang Prosesor Monster dengan 32 CORE!

Vivo V9 dengan AI Camera & Snapdragon 626 Resmi Diperkenalkan

Beberapa Pengguna Android Bakal Disarankan Aplikasi ‘Lite’ Oleh Google Play Store