JK: Dana Haji Diinvestasikan agar Tidak Terkena Inflasi





TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Wakil presiden Jusuf Kalla (JK) menjelaskan soal manfaat diinvestasikannya dana haji milik jemaah yang berada di pemerintah.


Menurutnya, dana haji tersebut akan terkena inflasi bila tidak diinvestasikan.


Pasalnnya menurut JK, keberangkatan haji sekarang ini cukup lama.


Mereka yang mendaftar hari ini baru bisa berangkat haji 10 hingga 35 tahun lagi.


‎”Dana itu tentu ada risikonya adalah kan ongkos naik haji itu dibayar dengan dollar. Kalau tidak diupayakan dia kena inflasi‎,” kata JK kepada wartawan, Jumat, (28/7/2017).


‎Menurut JK, investasi yang dilakukan pun harus terhadap sektor yang menguntungkan, yang bisanya terkait dengan mata uang dollar.



Misalnya menurutnya adalah investasi di kelapa sawit atau jalan tol.


“K‎arena nanti anda bayar rupiah hari ini, anda nanti ongkosnya dollar pada 20 yang akan datang. Karena itu harus diinvestasikan di sawit atau jalan tol yang dibayarnya juga naik terus,” katanya.


Menurut JK, dana jemah harus diinvestasikan pada sektor yang keuntungannya diprediksi melebihi laju inflasi.


Apabila tidak di investasikan maka para jemaah terancam tidak berangkat karena bangkrut.


‎”Harus diinvestasikan lebih tinggi dari inflasi kalau nggak ini bangkrut, orang bisa-bisa tidak jadi naik haji. Itu alasannya,” katanya.



قالب وردپرس


Komentar

Postingan populer dari blog ini

AMD menghadirkan Ryzen Threadripper 2 sang Prosesor Monster dengan 32 CORE!

Vivo V9 dengan AI Camera & Snapdragon 626 Resmi Diperkenalkan

Beberapa Pengguna Android Bakal Disarankan Aplikasi ‘Lite’ Oleh Google Play Store