Imbas Rencana Perpindahan Ibu Kota, Ada Investor Siap Bangun Bandara di Kalteng
Laporan Wartawan Tribun Kalteng Faturahman
TRIBUNNEWS.COM, PALANGKARAYA – Provinsi Kalimantan Tengah, mulai dilirik investor yang ingin menanamkan investasinya di Bumi Tambun Bungai.
Bukan hanya investor dalam negeri saja yang siap melakukan invrstasi di Kalteng termasuk dati luar negeri juga ada.
Wakil Ketua Komisi B DPRD Kalimantan Tengah, HM Asera, Selasa (25/7/2017) mengakui, setelah mencuat kabar tentang pemindahan Ibu Kota Negara ke Palangkaraya banyak investor dalam negeri dan asing berdatangan ke Palangkaraya untuk menanamkan investasinya.
“Memang ada beberapa investor yang datang kepada ke Kalteng untuk investasi tersebut.Bagi kami ini bagus saja asal kedatangannya untuk berinvestasi secara aturan yang benar,” ujarnya.
Lebih jauh dikatakan, ada investor asal Inggris yang siap menanamkan investasi di bidang pembangunan rumah sakit standar internasional dengan jumlah kamar mencapai 600 pintu.
Selain itu investor tersebut juga siap membangun bandara sebagai pendukungnya serta menanamkan investasi uang hingga Rp 50 triliun dengan dana pinjaman lunak kepada Pemerintah Republik Indonesia hingga 30 tahun.
Bukan hanya itu, proyek yang saat ini berjalan yakni pembangunan Rel Kereta Api yang menghubungkan, Kabupaten Gunungmas dan Katingan untuk angkutan hasil tambang juga dibangun oleh Investor Rusia.
“Saat ini yang terbangun sudah mencapai 1,5 kilometer, sedangkan jarak rel kereta api mencapi 90 kilometer lebih akan dilanjutkan kembali,”ujarnya.
Kepala Badan Perencanaan Daerah ( Bappeda) Kalimantan Tengah, Yuren S Bahat, mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan bahan untuk rencana kajian lokasi penindahan Ibu Kota ke Kalimantan Tengah yang diminta oleh Bapenas.
“Semua bahan untuk dipaparkan di pusat terkait rencana pemindahan Ibu Kota RI ke Kalteng sudah kami siapkan,” ujarnya.
Komentar
Posting Komentar