Guru Musik di Solo Ini Ingin Jadi Produser Lagu Anak Tanpa Dibayar
TRIBUNNEWS.COM, SOLO – Salah seorang guru musik sebuah sekolah di Solo memiliki cita-cita mulia.
Richardus Ari Irawan ingin memproduseri anak-anak untuk menyanyikan lagu tanpa bayaran.
Impian guru musik di Singapore Piaget Academy (SPA) itu dilandasi atas rasa keprihatinan dimana lagu anak-anak saat ini seperti hilang ditelan bumi.
“Kini anak-anak tidak hanya hafal, tapi juga fasih menyanyikan lagu-lagu cinta di sinetron-sinetron,” ujar Ari saat ditemui Tribun di Studio Tabita, Selasa(25/7/2017).
Menurutnya, guru musik maupun orangtua patut bertanggungjawab atas perilaku anak yang terlalu cepat dewasa itu.
“Mempopulerkan lagu anak kepada anak-anak adalah cara tepat, selain menbuat ceria, pesan edukasi dapat disampaikan lewat lagu itu juga,” terang dia.
Pria yang juga bekerja sebagai guru musik di Yamaha Musik Indonesia (YMI) Solo ini ingin cepat mewujudkan cita-citanya itu.
Ia akan mencari bibit-bibit dari TK hingga SD kelas 2 untuk menyanyikan lagu anak ciptaannya.
Lagu ciptaannya tersebut berangkat dari kehidupan sehari-hari anak mulai bangun pagi, menata tempat tidur, hingga bersalaman dengan orangtua sebelum berangkat sekolah.
Ide tersebut diperoleh setelah mengikuti workshop cipta lagu anak Dendang Kencana yang digagas Kompas Gramedia (KG)
Komentar
Posting Komentar