‘Aku Garuda’ Pesan Nasionalisme untuk Anak-anak Lewat Dendang Lagu
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – “Tanah airku Indonesia Berlambang Garuda gagah perkasa. Beragam suku dan agama
Ada Jawa ada Batak Sunda dan lainnya. Ada Islam ada Katholik Kristen Konghucu Hindu dan Budha”.
Lirik di atas adalah sepenggal lagu anak berjudul ‘Aku Garuda’ karya guru SD Regina Pacis 1, Palmerah Utara, Jakarta Barat, Dite Sandhi Mayasari.
Wajar kalau Anda belum pernah dengar lagu itu karena lagu itu memang sedang dilombakan di Lomba Cipta Lagu Anak Dendang Kencana 2017 yang diadakan Kompas Gramedia (KG) berskala nasional dan workshopnya dilakukan di Jakarta, Solo, Yogyakarta, Surabaya, dan Denpasar. Menurut Dite, membuat lagu anak itu tidak sulit.
Buktinya perempuan ayu asal Yogyakarta itu hanya butuh 2 hari untuk membuatnya.
Meski prosesnya terbilang cepat, lirik yang sarat unsur kebangsaan itu bukan hanya keluar begitu saja dari pikirannya.
Guru Seni Musik itu harus membaca majalah anak dan berdiskusi dengan guru Bahasa Indonesia di tempatnya mengajar.
Baginya lagu anak adalah medium yang sangat potensial untuk mengajarkan nilai-nilai kebangsaan kepada anak-anak.
“Anak kecil ibarat selembar kertas putih, yang siap ditulis atau digambar sesuai keinginan pembimbingnya,” ujar Dite yang ditemui di SD Regina Pacis, Jakarta usai mengajar pada Senin (24/7/2017).
Baginya anak-anak akan mudah menyerap dan mengingat apa yang disampaikan pembimbingnya di sekolah.
Menurut Dite anak-anak akan membawa apa yang diajarkan oleh pembimbingnya sampai mereka beranjak dewasa.
Komentar
Posting Komentar